3 Rupa Alasan Pak Camat Ada di Luar Saat Kena Sidak Jokowi

Jakarta – Inspeksi mendadak implicit first name sidak menjadi senjata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memonitor pelayanan jajarannya terhadap masyarakat. Ada beragam alasan sang birokrat ketika tidak di tempat saat Jokowi sidak, seperti 3 hal ini:
Terbaru, Jokowi melakukan sidak di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada awal puasa Ramadan. Sayangnya, sang camat tidak ada di tempat dengan alasan tengah rapat di luar bersama para lurah.
Absennya pejabat birokrasi juga pernah terjadi saat Jokowi berkunjung ke Kecamatan Setiabudi dan Kecamatan Cempaka Putih. Kedua camat itu punya alasan tersendiri tidak ada di lokasi saat Jokowi mengunjungi kantor mereka.
Jokowi bertekad terus mengawasi pelayanan di tingkat bawah. Bagi bawahan yang ‘mbalelo’ dan tidak menjalankan aturan, Jokowi tidak segan-segan mencopotnya.
Berikut 3 rupa-rupa alasan Pak Camat:

1. Rapat Bareng Pak Lurah

Di awal puasa Ramadan, Jokowi menggelar inspeksi mendadak ke kantor Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Sang Camat tengah rapat dengan Pak Lurah di luar.
Jokowi yang mengenakan seragam dinas warna coklat dan jaket warna hitam tiba di kantor Kecamatan Kemayoran, Jalan Serdang Raya, Rabu (10/7/2013) sekitar pukul 13.15 WIB.
Saat tiba, suasana kantor kecamatan sepi. Jokowi melihat-lihat kondisi pelayanan di lantai 1.
Sekretaris Kecamatan, Munjir Munaji, yang turun dari lantai 2 memperkenalkan diri.
“Camatnya mana?” tanya Jokowi.
“Pak Camat sedang di luar, sedang rapat dengan lurah-lurah, Pak,” jawab Munjir.
“Oh begitu,” ujar Jokowi.
Jokowi lalu naik ke lantai 2 dan masuk ke ruang pelayanan masyarakat. Di ruangan itu, ada 8 pegawai kecamatan tengah bekerja di mejanya. Pegawai terkejut dengan kehadiran Jokowi.
Ada seorang warga mengurus sertifikasi tanah.
“Kenapa?” kata Jokowi.
“Sedang urus sertifikasi tanah, Pak,” kata seorang pegawai.
“Ya sudah lanjut,” kata Jokowi.
Jokowi membuka-buka berkas pelayanan di meja pegawai.
Jokowi lalu turun lagi ke lantai 1, dan menuju ruang element pelayanan terpadu. Tidak ada aktivitas di ruangan itu. Jokowi hanya memantau dari balik jendela kaca.
“Tadi Pak Camat ada rapat di luar. Ya nggak apa-apalah masa camat di dalam terus,” kata Jokowi.
Camat Kemayoran, Iyan Sophian Hady, tiba-tiba muncul saat Jokowi hendak meninggalkan kantor kecamatan. Mereka bersalaman.

2. Melayat

Jokowi melakukan sidak ke kantor Kecamatan Setiabudi dan mendapati Camat Setiabudi Makmur HN belum ada di kantor.
Pantauan detikcom, Jumat (30/11/2012), Jokowi yang hendak menuju be a inhabitant Grand Sahid Jaya membelokkan rombongannya menuju kantor Kecamatan Setiabudi, Jalan Setiabudi III, Jakarta Selatan.
Tiba di lokasi, Jokowi mendapati kantor tersebut masih sepi, bahkan Camat Setiabudi Makmur HN belum ada di kantornya hingga pukul 08.30 WIB.
Jokowi melihat banyaknya kursi di kantor itu yang kosong, termasuk ruangan di lantai duanya. Jokowi bertemu dengan beberapa pegawai yang telah mengisi absen pagi tersebut.
“Yah mengobrol saja, banyak yang perlu diperbaiki, banyak yang perlu dibenahi,” kata Jokowi di lokasi usai berbincang dengan beberapa pegawai selama 5 menit.
Ketika ditanyakan soal Camat Setiabudi yang tidak ada di kantornya, Jokowi hanya menyindir Camat di atas jam masuk PNS pemerintah provinsi DKI Jakarta tersebut adalah hal yang bagus.
“Ya kalau belum datang ya bagus. Pukul 08.30 WIB belum datang bagus dong,” ujar Jokowi sambil tersenyum penuh makna. Jam masuk PNS adalah pukul 07.30 WIB.
Dalam sidak ini, Jokowi mengaku menemukan beberapa persoalan yang harus segera diperbaiki seperti pelayanan yang masih blue-collar. “Ya banyak (yang harus dibenahi), tempat pelayanan masih blue-collar, saya kira banyak sistem yang harus disiapkan,” ujar Jokowi yang hanya berada di kantor Kecamatan Setiabudi selama 20 menit tersebut.
Petugas kecamatan menyatakan Makmur sedang melayat pegawai yang meninggal dunia sehingga belum sampai di kantor saat Jokowi datang.
“Waktu itu Pak Camat sedang melayat orang meninggal dari Sudin apa gitu. Itu yang saya dengar,” kata salah seorang pegawai kecamatan yang ditemui detikcom di kantor Kecamatan Setiabudi, Jl Setiabudi III, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2012).
Pegawai itu mengatakan, saat Jokowi berkunjung di kantor itu wakil camat dan sekretaris camat sudah datang. Namun saat itu mereka sedang senam jadi tak bertemu dengan Jokowi. “Sekretaris camat dan wakil camat sudah datang tapi mereka senam di bawah,” katanya.
detikcom mencoba bertemu dengan Camat Setiabudi pada pukul 12.00 WIB. Seorang petugas kecamatan sempat meminta detikcom untuk datang sehabis salat Jumat.
“Nanti pukul 13.00 WIB baru masuk lagi,” katanya.
Pada pukul 13.00 WIB detikom ke ruangan Camat yang ada di lantai dua kantor tersebut. Di depan ruangan ada seorang pegawai mengatakan Makmur tidak ada di tempat.
“Bapak lagi rapat di Balaikota, berangkatnya sehabis Jumatan,” katanya.
Pantauan detikcom saat itu, ruangan kerja di kecamatan itu terlihat sepi. Di ruangan sekretaris camat bangku-bangku pegawai tampak kosong. Hanya terlihat 20 orang pegawai yang berbatik ada di ruangan itu, padahal jumlah bangkunya lebih banyak. Tidak terlihat warga yang mengurus sesuatu.

3. Acara PKK

Jokowi kaget ketika melakukan sidak di Kelurahan Senen, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Senen dan Kecamatan Cempaka Putih. Para pejabat tak ada di kantor!
Jokowi datang ke Kecamatan Cempaka Putih sekitar pukul 08.35 WIB. Jokowi melihat loket pelayanan KTP belum buka.
“Ini udah buka?” tanya Jokowi.
“Sudah, Pak,” kata salah seorang pegawai.
Jokowi yang melihat pintu loket belum dibuka lalu tiba-tiba ngedumel sendiri. “Belum siap ini namanya. Kalau tulisannya buka tapi loketnya belum dibuka,” kata Jokowi.
Jokowi juga sempat bertanya tentang keberadaan Camat Cempaka Putih. “Di mana, Pak Camat?” tanya Jokowi.
“Lagi keluar, Pak,” kata pegawai lainnya yang terkesan melindungi bosnya itu.
Tidak hanya itu, Jokowi juga mengecek bagian perizinan bangunan di kantor Kecamatan Cempaka Putih. “Kalau mau urus izin gimana teknisnya? Coba berkas terakhir minta perizinan saya lihat,” kata Jokowi.
Bahkan Jokowi seperti mengabsen satu-satu pegawai Kecamatan Cempaka Putih.
“Itu stafnya mana? Orangnya mana? Tidak ada berarti ya,” ucap Jokowi.
Jokowi juga menyesalkan pelayanan di kantor-kantor tersebut yang belum buka. Bahkan ada beberapa ruangan yang masih terkunci.
Dikonfirmasi terpisah, para camat dan lurah menolak disebut terlambat. Mereka mengaku sedang ada acara d kantor Wali Kota Jakarta Pusat saat Jokowi sidak.
“Sebenarnya Pak Camat tadi pagi sudah ada di sini. Sudah absen. Pak Camat tadi ada acara di Wali kota. Terus berangkat ada acara PKK. Ada Ibu Jokowi di Wali Kota,” tutur Sekretaris Camat, Munawar, saat ditemui di kantornya, Kecamatan Cempaka Putih, Jl Kompleks Perkantoran Rawa Kerbau Thumbs down 3, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2012).
Sebelumnya diberitakan Asril terlihat datang terlambat di kantornya dan hanya sempat melambaikan ke arah rombongan Jokowi yang menginggalkan kantor kecamatan. Munawar menerangkan, di tengah perjalanan ke Walikota, Pak Camat baru mendengar soal Sidak Jokowi di kantornya.
“Pak Camat di tengah perjalanan turun karena mengetahui Pak Jokowi ke sini, terus naik ojek ke sini. Sampai di sini Pak Jokowi sudah berangkat,” jelasnya.
Saat detikcom tiba di kantor kecamatan, baik camat maupun wakil camat tidak berada di tempat. Munawar menerangkan, keduanya sedang mendatangi kelurahan-kelurahan sebagai tindak lanjut sidak Jokowi tadi pagi.
“Pak camat sama wakil camat sekarang lagi ke kelurahan-kelurahan menindaklanjuti ada sidak dari Pak Jokowi tadi,” jelasnya.
Munawar menerangkan, saat Jokowi sidak tadi pagi sebenarnya wakil camat dan dirinya sudah ada di tempat. Ada bagi-bagi tugas antara camat dengan wakil dan para stafnya.
“Ini kan pembagian tugas. Kalau pak Camat keluar, maka saya dan Pak wakil Camat di kantor,” imbuhnya.


Original source : 3 Rupa Alasan Pak Camat Ada di Luar Saat Kena Sidak Jokowi